Peralatan pengemasan digunakan dalam industri kimia, makanan, farmasi, dan industri lainnya sehari-hari, dan mesin pengisian air adalah salah satu jenis peralatan pengemasan. Popularitas mekanisasi telah menggantikan banyak manipulasi manual, dan mesin pengisian air adalah contoh yang sangat khas. Struktur mesin pengisian relatif sederhana, tetapi efisiensinya tinggi, dan terdapat banyak jenis yang sesuai untuk berbagai industri.
Diklasifikasikan berdasarkan metode pengisian
Diklasifikasikan berdasarkan bentuk utama pergerakan wadah kemasan.
Klasifikasi berdasarkan tingkat otomatisasi
Mesin pengisian atmosfer: Mesin yang mengisi cairan ke dalam wadah kemasan di bawah tekanan normal. Mesin ini cocok untuk mengisi produk cair dengan viskositas rendah dan tanpa gas, seperti anggur putih, cuka, kecap, susu, sirup, dll.
Mesin pengisian tekanan negatif: mesin yang pertama-tama mengosongkan wadah kemasan untuk membentuk tekanan negatif, lalu mengisi cairan ke dalam wadah kemasan. Mesin ini cocok untuk mengisi bahan cair dengan viskositas rendah, seperti minyak, sirup, minuman yang mengandung vitamin, pestisida, dan reagen kimia. Namun, mesin ini tidak cocok untuk mengisi anggur aromatik karena akan meningkatkan hilangnya aroma anggur.
Mesin pengisian isobarik: Ini adalah mesin yang pertama-tama memompa wadah kemasan sehingga tekanan gas internalnya sama dengan tekanan gas di dalam tangki penyimpanan cairan, lalu mengisi wadah kemasan dengan cairan. Mesin ini cocok untuk mengisi minuman yang mengandung gas seperti bir, soda, dll., yang dapat mengurangi kehilangan gas karbon dioksida yang terkandung di dalamnya.
Mesin pengisian bertekanan: Mesin yang menggunakan tekanan mekanis eksternal untuk mengisi produk cair ke dalam wadah kemasan. Cocok untuk mengisi bahan kental, seperti saus tomat, daging cincang, pasta gigi, balsam, dll.
Mesin pengisian putar: Setelah wadah kemasan memasuki stasiun pengisian, wadah tersebut digerakkan oleh meja putar mesin pengisian untuk berputar mengelilingi sumbu vertikal utama. Meja putar berputar selama hampir seminggu untuk menyelesaikan pengisian terus menerus, dan kemudian dikirim ke mesin penutup untuk ditutup, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kiri. Jenis mesin pengisian ini banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman, seperti pengisian soda, jus, bir, dan susu. Mesin ini terutama terdiri dari sistem pengumpanan, sistem pengumpanan botol, katup pengisian, meja putar besar, sistem transmisi, badan, kontrol otomatis, dan bagian-bagian lainnya. Katup pengisian adalah kunci untuk memastikan bahwa mesin pengisian dapat bekerja normal.
Mesin pengisian linier: Wadah kemasan bergerak sepanjang garis lurus dan diisi secara berurutan ketika berhenti. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan, jenis mesin pengisian ini memiliki struktur yang relatif sederhana dan mudah diproduksi, tetapi membutuhkan area yang relatif besar. Karena pergerakannya yang terputus-putus, peningkatan kapasitas produksi terbatas sampai batas tertentu, sehingga umumnya hanya digunakan untuk pengisian bahan cair tanpa udara. Keterbatasannya relatif besar.
Pengisian manual: Proses pengisian sepenuhnya dikendalikan oleh pengoperasian manual, terutama untuk pengisian bahan cair tanpa udara. Namun, metode ini jarang digunakan saat ini.
Mesin pengisian semi-otomatis: Dalam pengisian cairan, pemuatan dan pembongkaran botol dilakukan secara manual, tetapi proses pengisiannya otomatis. Umumnya, ini adalah pengisian bahan cair yang mengandung gas.
Mesin pengisian otomatis: Jenis ini dapat dibagi menjadi mesin otomatis mandiri dan mesin otomatis gabungan (yang dapat mencakup proses pencucian botol, pengisian, penutupan, pelabelan, pengemasan, dan proses lainnya secara berkelanjutan). Di antara keduanya, mesin otomatis gabungan cocok untuk lini produksi pengisian di pabrik besar dan menengah, seperti lini produksi pengisian minuman dan bir.
Pilihlah SPBU sesuai dengan kebutuhan yang berbeda.
